Kampanye Damai menjelang Pemilu 2009 #contoh pidato

kampanye damai pemilu indonesia 2009 Speech archive: Assalamualaikum wr wb. ini adalah contoh pidato kampanye menjelang Pemilu Indonesia 2009, semoga berlangsung damai.

Dengan hormat, saudara-saudara yang saya cintai, perwakilan pemuda yang hadir di sini, dan ke seluruh khalayak, tuan-tuan dan nyonya-nyonya, selamat pagi semua!

Pertama-tama, mari kita bersyukur kepada Allah SWT yang karena berkat-Nya, kita semua dapat berkumpul di sini pada acara di pagi ini. Shalawat dan salam kita akan sanjung kepada nabi besar kita, Muhammad SAW, keluarganya, teman-temannya, dan segala pengikutnya. Amien!
Dalam kesempatan ini saya ingin berbicara tentang Kampanye Damai menjelang Pemilu 2009 nanti.

Kita tahu Dalam 64 tahun bangsa ini telah merasakan kemerdekaan. Perjuangan setelah berbagai penderitaan yang telah dilakukan untuk memperoleh kebebasan ini. Keringat dan darah telah dicurahkan oleh para pahlawan kita, masyarakat kita, agar kemerdekaan dapat diwujudkan. Dalam 64 tahun, Indonesia 2009 telah merayakan Hari Kemerdekaan.

Dengan segala hormat, dengan sukacita, dengan sepenuh kebahagiaan, dan dengan kemudahan dalam kemerdekaan kita. Dan dalam 64 tahun sudah, kita telah membangun negara ini. Dalam kesedihan dan kebahagiaan, dalam harapan dan putus asa, pada nasib dan cinta.
Akan tetapi terlalu banyak masalah yang diderita oleh Indonesia saat ini. Dari banyaknya pengangguran, hutang luar negeri, krisis kepercayaan, konflik antar agama, korupsi, pendidikan buruk, dan kemiskinan, tiadanya perdamaian pemilu indonesia. Akankah kita akan tetap dalam keadaan begini selamanya?
Tidak saudaraku! Kita akan membangun negeri Indonesia ini sebaik-baiknya supaya bisa dipertanggungjawabkan kepada anak cucu kita dan terutama kepada nenek moyang kita yang telah berkorban demi tegaknya bumi nusantara ini.
Dengan cara apa kita akan membangun negeri Indonesia ini? Apakah dengan jalan damai? Ataukah dengan jalan rusuh? Perlukah kita mengambil nyawa ketua dewan perwakilan rakyat melalui demonstrasi rusuh, seperti yang sudah pernah terjadi dengan Almarhum Abdul Aziz Angkat di Sumatera Utara hanya demi ambisi pribadi kita? Apakah kita tidak malu jika harga kampanye ditebus dengan nyawa? Ataukah syaraf malu kita sudah putus sama sekali?
Aduh saya jadi malu untuk berbicara lebih lanjut di pidato kampanye damai ini. Saya malu dengan beliau yang mendahului kita. Saya malu kepada almarhum kakek saya Simin Tjokrodimedjo yang hanya pejuang kecil di desa yang bernama Kejawar di daerah Banyumas, yang jasanya pun tidak seberapa besar. Tidak akan sebesar jasa pak Sukarno Presiden Republik Indonesia pertama. Tidak akan sebesar jasanya Pak Muhammad Hatta, bahkan bukan apa-apanya dibandingkan dengan jasa pak Suharto yang timbangan jasanya goyah.
Tetapi saya tidak malu untuk berkata bahwa kakek saya tidak pernah meminta apapun dari negeri ini, tidak pangkat, tidak jabatan, apalagi pula uang. Beliau bahkan mempunyai prinsip yang teguh yang selalu saya pegang.
Jika tidak dapat memperbaiki, janganlah merusak. Itu adalah prinsip hidup yang paling sederhana yang pernah saya dengar. Karena menurut beliau hidup ini memang tidak bisa lepas dari nilai nilai baik buruk. Mengkampanyekan diri untuk tampil di muka, menyeru orang-orang (tentunya dengan damai) supaya memilihnya di kartu pemilu indonesia 2009 nanti itu boleh saja akan tetapi jika tidak bisa melakukan perbaikan di segala kehidupan rakyat, hendaknya tidak usah mecalonkan apa-apa. Begitu juga dari pertimbangan agama, jika memang tidak memberi manfaat atau melestarikan kerusakanya mungkin golput adalah pilihan yang terbaik?

Dibuat dalam rangka meramaikan Kampanye damai pemilu Indonesia 2009 semoga lebih baik.

Comments :

0 comments to “Kampanye Damai menjelang Pemilu 2009 #contoh pidato”
 

My Blog List

Traffic Visitor